Tidur Ngorok Pada Bayi

Tidur ngorok pada bayi. Pola tidur berubah seiring dengan bertambahnya usia. Semakin bertambah usia maka tubuh mulai banyak melakukan beragam aktivitas. Anak-anak asyik bermain dari pagi hingga petang, kegiatan anak sekolah dipadati dengan tugas dan kegiatan belajar, dan orang dewasa sibuk dengan rutinitas pekerjaan setiap hari. Manusia mulai mengenal tidur sejak ia dilahirkan. Bahkan sejak di dalam kandungan pun, bayi telah mengalami peristiwa tidur. Tidur adalah salah satu bentuk adaptasi bayi terhadap lingkungan barunya.

Tidur Ngorok Pada Bayi

Tidur Ngorok Pada Bayi

Tidur ngorok pada bayi juga dapat dialaminya. Jika Anda mendapati bayi Anda terkadang tidur ngorok atau mendengkur. Kemungkinan anak anda mengalami gangguan tidur yang berpotensi pada masalah kesehatan lainnya. Menurut pendapat, seorang Professor Ilmu Kesehatan Anak dari Rumah Sakit Anak Philadelpia AS, Dr. Carole Marcus. Beliau menyampaikan bahwa orang tua harus memeriksakan diri dan kesehatan anak ketika mendapati anak tidur mendengkur. Jika anak mendengkur menandakan salah satu gejala dari ancaman keseahatan yang cukup serius.

Beliau juga menambahkan sleep apnea atau henti napas saat tidur yang ditandai oleh tidur ngorok atau mendengkur telah lama dikenali sebagai salah satu faktor risiko dari penyakit stroke. Tidur mendengkur terjadi akibat adanya penyempitan saluran napas yang dipicu oleh 3 faktor yakni kelainan anatomi seperti rahang kecil atau saluran napas menyempit, sehingga otot dan sistem saraf di sekitar saluran napas kurang terkoordinasi, adanya pembesaran tonsil dan adenoid (amandel).

Dampak buruk dalam jangka pendek yang akan dihadapi oleh Tidur Ngorok Pada Bayi yang dalam tidurnya mendengkur atau ngorok berpengaruh pada kualitas tidur yang kurang baik, anak cepat merasa lelah, sulit untuk berkonsentrasi di sekolah, timbul rasa malas.

Dampak buruk dalam jangka panjang yang kemungkinan akan terjadi apabila anak tidur mendengkur dalam tiap tidurnya beresiko pada pasokan oksigen ke seluruh tubuh menjadi berkurang sehingga beresiko pada timbulnya penyakit seperti kelainan jantung, pembuluh darah yang tersendat, arterioklerosis, sampai pada hipertensi yang membawa segala kemungkinan pada risiko tersebut.

Disinyalir tidur ngorok pada bayi atau mendengkur pada anak lebih disebabkan oleh adanya amandel yang mungkin diderita sang anak, namun penyakit atau gejala dari penyakit ini tidak diketahui cepat oleh orang tua. Para ahli kesehatan anak di Amerika juga merekomendasikan untuk melakukan pemeriksaan khusus pada anak ketika anak tidur ngorok kaerna berpotensi mengidap sleep apnea atau henti napas saat tidur.

Disaat bayi sedang tertidur, mungkin ditemukan kasus bati yang bernafas seperti orang sedang mendengkur atau tidur ngorok. Tidur ngorok pada bayi biasanya dianggap suatu hal yang wajar, tidur ngorok pada bayi dianggap sebagai suatu hal menunjukkan bahwa bayi mempunyai kualitas tidur yang baik. Walaupun suatu penelitian yang dilakukan menghubungkan bahwa bayi yang sering mengorok akan memicu mereka menjadi anak yang hiperaktif dan juga gelisah. Dan adanya suatu penelitian lain yang menunjukan bahwa tidur ngorok pada bayi ini disebabkan karena masalah pada gangguan pernafasan disaat mereka tidur dan akan menyebabkan gangguan pada perilaku dikemudian harinya, bahkan pada anak akan menyebabkan masalah nafas berhenti dan adanya suatu hubungan dengan terjadinya masalah hiperaktif. Usia seorang bayi ternyata juga bergantung dengan resiko terjadinya anak hiperaktif.

Pada bayi yang tidur dengan usia 6-69 bulan, biasanya akan mempunyai resiko sekitar 60% mengalami masalah hiperaktif, dan akan meningkat pada usia 7 tahun. Hal ini menunjukkan adanya suatu gangguan pada pernafasan yang membutuhkan perhatian khusus dan sedini mungkin dari orangtua untuk mencari tahu apa yang menjadi penyebab utamanya.

Penelitian selanjutnya yang menghubungkan jika bayi hanya tidur ngorok dan masih bisa melakukan aktivitas mereka dengan normal atau baik, nafsu makan yang baik dan tidak adanya suatu gangguan kesehatan, maka hal ini dikategorikan sebagai suatu hal yang normal. Penyebab tidur ngorok pada bayi bisa saja disebabkan karena terjadinya penyumbatan pada jalan nafas yang menyebabkan aliran udara masuk ke dalam tubuh dan keluar melalyi hidung bayi dengan tidak lancar sehingga mengakibatkan munculnya suatu bunyi saat bayi sedang menarik nafas disaat mereka tidur.

Penyumbatan saluran nafas yang terjadi pada bayi juga disebabkn karena beberapa faktor pemicunya. Salah satunya adalah karena berat badan mereka yang berlebihan. Selain itu penyebab lainnya adalah karena alergi. Alergi merupakan suatu keadaan yang menyebabkan bayi mempunyai resiko tidur mendengkur. Alergi sendiri bisa disebabkan akibat alergen seperti debu, asap rokok, binatang atau juga beberapa jenis benda yang lainnya. Dan jika penyebab yang paling utamanya adalah karena alergi, maka sebaiknya atasi alerginya terlebih dahulu dan hindari alergennya.

Cara yang paling baik dalam hal mengatasi tidur mendengkur  pada bayi adalah dengan mengubah posisi tidur mereka. Miringkan badan mereka, hal ini akan membantu mereka membuat saluran nafasnya menjadi lebih lanccar dan bisa mengurangi suara ngoroknya.

Tidur Ngorok Pada Bayi

This entry was posted in Tidur Ngorok and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *