Tidur Ngorok Pada Anak

Tidur Ngorok Pada Anak – Tidur ngorok pada anak atau mendengkur merupakan gangguan pernapasan karena adanya vibrasi di jaringan faring. Mendengkur sendiri dibedakan atas tiga macam yaitu : Dengkuran sederahana, dengkuran pertengahan dan dengkuran yang keterlaluan. Sebesar 80% pendengkur biasanya adalah mereka yang berusia 50 tahun ke atas sedangkan 30% pendenglur melakukannya karena kebiasaan. Pada anak-anak kebiasan mendengkur terjadi pada penderita rhinitis, polip, dan batuk atau karena hidup dalam keluarga perokok. Pada orang dewasa mendengkur ada kaitannya dengan penyakit stroke.

Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh Univeristas Bologna, Italia ditemukan hubungan antara faktor risiko penyakit jantung koroner (PJK) dengan seseorang yang biasa mendengkur bila tidur. Faktor obesitas dan kebiasaan merokok juga mendorong seseorang menjadi pendengkur, begitu juga dengan faktor bentuk leher (gemuk) dan perut (buncit). Bahkan para pengguna komputer dalam waktu lama serta orang yang memiliki pasangan yang suka tidur ngorok pada anak bisa jadi terkena insomnia. Mereka yang biasa tidur di siang hari juga banyak diserang sleep apnea atau tidu ngorok/mendengkur. Pengobatan gangguan tidur pada anak-anak adalah dengan mengobati penyebab dengkuran, sementara pada orang dewasa diatasi dengan operasi.

Banyak pendapat mengatakan bahwa mendengkur atau ngorok biasanya dialami oleh mereka yang memiliki berat badan berlebih, diperkirakan ada sekitar 40% pria dan 24% wanita adalah tukang ngorok. Dampak negatif dari tidur ngorok sering dikaitkan dengan suatu penyakit kardiovaskular yang dibahas oleh para dokter ahli yang beberapa tahun belakangan meneliti dan mengaitkan tidur ngorok/mendengkur dengan suatu penyakit degeneratif seperti penyakit jantung dan stroke.

Menurut beberapa pendapat ahli mengatakan, tidur ngorok pada anak atau mendengkur lebih disebabkan oleh adanya penebalan atau kelainan pada areteri karotis yang memasok oksigen dan darah dalam otak dan saluran pernapasan. Bahkan menurut Dr. Robert Deeb dari sebuah Rumah sakit Henry Ford di Detroit. Beliau menyampaikan jika mendengkur lebih dari sekedar gangguan tidur dan tidak boleh diabaikan. Maka seseorang harus segera mendapatkan perawatan dan pengobatan dengan cara yang sama, ditambah apabila mereka memiliki risiko terhadap suatu penyakit seperti tekanan darah tinggi, stroke, serangan jantung dan penyakit yang memiliki faktor risiko tertinggi.

Tidur ngorok pada bayi bisa terjadi dengan mengeluarkan suara seperti mengorok, dan hal ini bisa disebabkan karena kualitas dari teggorokannya yang masih lunak. Dan seiring dengan usia yang semakin bertambah maka mendengkur atau ngorok ini akan menjadi semakin menghilang. Namun, terdapat beberapa hal yang bisa menjadi penyebab mengapa bayi tidur mendengkur, salah satu penyebabnya adalah karena penyumbatan yang terjadi pada saluran pernafasan. Dan penyumbatan yang terjadi ini bisa datang sendiri dari lendir yang bisa berasal dari sisa-sisa air susu yang menempel di dalam tenggorokannya. Jika penyebab tidur mengorok pada bayi akibat masalah alergi, maka hal yang bisa dilakukan adalah mengatasi alerginya terlebih dahulu.

Penyebab Tidur Ngorok Pada Anak

Ada beberapa penyebab tidur ngorok pada anak balita :

  1. Adanya suatu kelainan bentuk anatomis, misalnya adalah bayi terlahir dengan saluran napas yang kecil
  2. Otot pernapasan dan juga saraf pengontrolannya bekerja dengan tidak sempurna
  3. Akibat radang amandel

Mengorok merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan suara napas yang keluar akibat dari suat getaran pada udara yang melalui saluran napas bagian atas. Jadi mengorok merupakan suatu keadaan yang menunjukkan bahwa adanya suatu tahanan yang tinggi pada suatu udara di saluran napas bagian atas. Waktu tidur otot akan mengalami suatu relaksasi sehingga pada jalan naoas akan mengalami penyempitan. Akibatnya adalah udara yang sama harus melewati tempat yang salurannya lebih sempit. Mendengkur merupakan bisa saja suatu gejala dari masalah serius seperti sleep apnea berhentinya napas saat tidur. Dan sekitar anak usia 1-9 tahun dengan presentase 3% akan menderita masalah sleep apnea.

Dan jika tidur ngorok pada anak disertai dengan napas yang berhenti, maka adanya suatu kemungkinan anak menderita sleep apnea, sauran udara yang mengalami penyempitan, sehinga udara tidak bisa lewat. Kemudian anak akan berhenti bernapas selama beberapa detik atau juga beberpa menit dan setelah itu akan bernapas kembali. Karena di malam harinya sering merasa terbangun yang menyebabkan tidurnya menjadi tidak nyenyak dan menjadi merasa ngantuk dan menjadi merasa lelah sepanjang hari.

Tidur ngorok pada anak balita bukanlah suatu hal yang normal dan hal ini harus diatasi. Ada beberapa hal yang bisa meningkatkan resiko anak mengalami masalah sleep apnea yakni akibat :

  1. Berat badan berlebih atau obesitas
  2. Ada riwayat keluarga yang menderita sleep apnea
  3. Anak-anak yang mempunyai masalah sindroma down atau neuro-muskuler
  4. Sering mengalami alergi
  5. Mempunyai penyakit asma
  6. Dan orangtua yang merokok

Itulah informasi seputar tidur ngorok pada anak, yang perlu anda ketahui agar segera menghilangkan tidur ngorok pada anak. Semoga bermanfaat.

This entry was posted in Tidur Ngorok and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.